Pages

SEKOLAH MILITER INDONESIA


MASUK SEKOLAH MILITER

Walaupun orang-tuaku sudah kerja keras menyekolahkan aku, tetapi aku hanya bisa sekolah sampai tingkat SMU/ SMA [high-school]. Orang-tuaku tidak punya uang jutaan rupiah untuk membayar pendaftaran masuk perguruan tinggi. Jumlah uang yang harus disediakan untuk masuk perguruan tinggi [termasuk perguruan tinggi negeri ] tidak masuk akal sehatku dan tidak masuk otak orang desa. Kata orang, mahalnya biaya pendidikan terjadi karena perguruan tinggi diubah status-nya menjadi Badan Hukum Milik Negara [BHMN]. Meskipun mahasiswa sudah melakukan demo di dalam dan luar kampus dan dampak buruk BHMN sudah jadi kenyataan buruk,tapi para pejabat kementerian yang mengurus pendidikan tidak peduli dengan kenyataan ini! Sebab, katanya urusan pendidikan orang miskin bukan urusan mereka ! Kata mereka :
“Kalau tidak punya duit, ya tidak usah sekolah”,lalu kata pejabat kementerian ta’i itu lagi :
“Syarat untuk mengikuti pendidikan adalah kecerdasan, kesehatan, kemampuan ekonomi”, maksudnya : “orang miskin tidak memenuhi syarat untuk bersekolah”.
Demikianlah karena pendidikan dikelola cara-ta’i maka aku tak bisa melanjutkan sekolah dan aku harus mencari pekerjaan. Seorang temanku punya paman yang bisa menunjukkan jalur masuk pendidikan tentara. Maka dengan sisa-sisa uang orang tuaku dan hasil pinjam-sana pinjam-sini aku berhasil diterima masuk suatu pendidikan untuk jadi tentara. Mungkin pendidikan yang aku ikuti itu setingkat sekolah calon tamtama [SECATAM].
SERING DIHAJAR
Sebetulnya untuk masuk sekolah militer sialan itu, persyaratan ijazahnya cukup SLTP.Teman-temanku satu angkatan punya latar belakang pendidikan macam-macam, tapi rata-rata setingkat SMU/SMA.Hampir semuanya mempunyai masalah yang sama dengan aku.Mempunyai ijazah SMU/SMA tapi tak mampu melanjutkan sekolah dan susah cari kerja, lalu masuk pendidikan sialan itu ! Umur kami masih muda-muda sekitar delapan-belasan.Bahkan barangkali kami dapat digolongkan anak-anak. Menurut suatu undang-undang,usia anak-anak adalah dari umur nol sampai dengan 24 tahun. Aatu paling tidak kami berusia remaja. Pemuda remaja masih suka berontak dan jiwanya bergejolak.Supaya jiwa mereka tenang, mereka harus diperlakukan dengan keras! Karena itu pendidikan kami dilakukan dengan keras dan kejam,agar kami menurut dan dapat segera menyesuaikan diri dalam kehidupan tentara dan dengan disiplin militer ! Maka setiap ada kesalahan atau kekeliruan yang kami buat : besar atau kecil, sengaja atau tidak pasti kami akan “dikoreksi” dengan hukuman yang kejam di luar batas-batas peri kemanusiaan.
Hukuman itu bisa berupa hukuman-fisik seperti dipaksa lari puluhan kilometer atau hukuman badan [corporal punishment] seperti dihajar dengan alat disiplin berupa cambuk [pecut, cemeti] atau disiksa.Misalnya diberikan sengatan listrik, disundut dengan besi panas atau siksaan lain yang kejam dan sadis yang sesuai dengan selera pelatih atau instruktur dan yang membuat siswa itu menggelepar, menggelinjang atau menggeliat-geliat karena merasa amat kesakitan! [Ha.Ha.Ha.]
Yang pasti, meskipun disiksa sekejam dan merasa senyeri apapun juga siswa itu tidak boleh bersuara,merintih atau mendesah karena kesakitan.Mereka boleh menggelepar-gelepar kesakitan,seperti ikan dilempar ke daratan [Ha..Ha..Ha..] atau menarik rona muka yang amat kesakitan tapi tak boleh berbunyi!Ada juga instruktur yang lebih suka atau cukup puas mendisiplinkan siswa menggunakan tangan kosong atau kakinya, yaitu dengan memberikan tamparan KERAS! di pipi:PLAKK! PLAKK! atau tonjokan KERAS! di ulu-hati:BUK!BUK! yang biasanya membikin siswa jadi muntah-muntah atau sekedar memberikan siswa tendangan Taekwondonya ! Tentu saja sang pelatih selalu mengenakan sepatu boot militer-nya sehingga tendangannya mantap ! [HA..HA..HA..]
Agar benar-benar jadi tentara-sejati maka kami pun harus PD [Percaya Diri],oleh karena itu banyak kegiatan selama kami pendidikan yang harus kami lakukan dalam keadaan telanjang-bulat! Agar kami jadi terbiasa buka-bukaan di hadapan sesama laki-laki dan sesama tentara. Di asrama pendidikan itu tidak ada “kamar mandi dan WC” atau “bangsal mandi dan WC”. Yang ada adalah “tempat mandi dan WC”, karena tempat itu tak beratap dan berdinding.Dengan demikian para siswa itu harus membiasakan diri mandi telanjang bulat juga berak dan kencing ditempat yang terbuka!Bahkan tempat mandi untuk terletak sangat dekat dengan lapangan basket dan volley komplex militer itu. Sehingga jika kami sedang mandi atau berak hampir selalu ada saja anggota tentara yang sedang main basket atau volley atau kegiatan lain.Misalnya senam atau latihan karate di situ !
Jika kami sedang telanjang-bulat,maka aturan yang berlaku adalah,kami dilarang menutupi kontol dan bijipeler kami dengan tangan.Jika ada siswa yang kedapatan oleh instruktur menutupi atau mencekal kontolnya – waktu dia sedang telanjang bulat, sudah pasti siswa itu akan dihajar dengan pecut sebagai hukuman!Karena siswa itu dinilai tidak Percaya Diri dan belum siap jadi laki-laki dan tidak siap jadi tentara! Aku bahkan pernah melihat sendiri, seorang instruktur dengan enteng menyetrum kontol seorang siswa karena siswa itu kedapatan menutup-nutupi kontolnya waktu berjalan ke tempat mandi bertelanjang-bulat ! Tentu saja siswa itu menggelinjang-gelinjang kesakitan,sehingga instruktur itu jadi berselera untuk menghajarnya dengan puluhan kali lecutan cambukan kuda yang KERAS! Maka tak urung tubuh siwa sialan itu jadi penuh bilur, lebam dan lecet berdarah-darah! Karena siswa itu telanjang bulat sambil malu-malu !
Bisa dibayangkan betapa sukarnya bagi seorang siswa jika mau onani atau ingin ngeloco [coli, masturbasi, melancap, merancap],karena tak ada tempat sembunyi atau tempat dengan privacy untuk kocok-kocok kontol. Bagi mereka yang tidak PD [Percaya Diri] untuk ngeloco maka terpaksa mereka menahan-nahan nafsu syahwatnya sampai pejuh mereka keluar sendiri waktu mimpi-basah.Tetapi bagi siswa yang PD,mereka tenang-tenang saja ngeloco sambil mandi.Waktu mandi, mereka pura-pura menggosok-gosok badannya dengan sabun – sambil sekalian mengocok kontolnya dan tidak lupa merangsang kedua puting-susunya sampai akhirnya mereka pun mencapai puncak syahwat dan pejuhnya muncrat keluar : CROOOTT!CROOOT!Agh,lumayan nikmat dan terasa lampias juga! Ta’i.



Karena para siswa itu diwajibkan tidur-malam telanjang-bulat di lantai yang dingin tanpa alas, maka jika mereka mimpi-basah pejuhnya akan berceceran kemana-mana, : ke perut, ke jembut, ke paha dan ke lantai. Mau tidak mau akan banyak teman-teaman mereka yang tahu bahwa mereka barusan mimpi basah.. Sebab, perut bawah,jembut dan paha mereka penuh dengan ceceran pejuh dan tidak jarang bangsal tidur siswa-siswa calon tamtama sialan itu jadi semerbak berbau pejuh ! [..Ha..Ha..Ha..].

Pengikut Setia

 
Koleksi Cerita Gay Melayu © 2012 | Template By Jasriman Sukri